BLOOM TAXONOMY USED BY TEACHER IN LESSON PLAN
DOI:
https://doi.org/10.36665/elp.v7i2.637Kata Kunci:
Bloom taxonomy, cognitive, affective, psychomotorAbstrak
Taksonomi yang digunakan dalam pendidikan merujuk kepada Bloom Taksonomi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Bloom Taksonomi yang digunakan oleh guru dalam RPP pada proses pembelajaran di SMA di Payakumbuh Timur. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. SMA yang berada di Payakumbuh Timur dijadikan sebagai setting pada penelitian ini. Partisipannya meliputi guru-guru bahasa inggris dari kelas X-XI. Sebagai sumber data, peneliti menggunakan official document. Untuk melihat keabsahan data, peneliti menggunakan peer-debriefing. Dalam menganalisa data, peneliti menggunakan langkah-langkah yang dianjurkan oleh Gay. Ada lima prosedur dalam menganalisa data deskriptif, yaitu data managing, reading or memoing, description, classifying, and writing report (2003:239). berdasarkan hasil penelitian, guru-guru bahasa inggris menggunakan ranah kognitif lebih banyak pada RPP, terutama C1 (pengetahuan) 110 kali; ranah afektif yaitu A2 (menanggapi) 6 kali; dan ranah psychomotor yaitu P3 (presisi) sebanyak 37 kali.
Referensi
Abdelrahman, M. S. H. B. (2014). An analysis of the tenth grade English language textbooks questions in Jordan based on the revised edition of Bloom's taxonomy. Journal of Education and Practice, 5(18), 139-151.
Arends, R. I. (2003). Learning to Teach (5th Ed). New York: McGraw Hill.
Brown, H. D. (1994). Teaching by Principles An Interactive Approach to Language
Pedagogy. London: TinaCarver.
Celce-Murcia, M., & McIntosh, L. (1991). Teaching English as a second or foreign language.
Los Angeles: HarperCollins Publisher.
Gay, L.R, Geoffrey E.M and Peter Airisian. (2011). Educational Research : Competences for
Analysis Application. New Jersey: Prentice Hall, Inc.
Gay, L.R and Airasian. (2000). Educational Research. New Jersey: Prentice-Hall, Inc.
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan .2014. Materi
Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Tahun 2014. Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Republik Indonesia No 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses
Pendidikan Dasar dan Menengah.
Print, M. (1987). Curriculum Development and Design. Australia: Allen & Unwin Pty Ltd.
Rahman, S. A., & Manaf, N. F. A. (2017). A Critical Analysis of Bloom's Taxonomy in
Teaching Creative and Critical Thinking Skills in Malaysia through English
Literature. English Language Teaching, 10(9), 245-256.
Richards, J. C. (2001). Curriculum development in language teaching. Cambridge:
Cambridge University Press.
Richards, J. C., Richards, J. C., & Renandya, W. A. (Eds.). (2002). Methodology in language
teaching: An anthology of current practice. Cambridge university press.
Richard, C. J. & Schmidt, R. (2002). Dictionary of Language Teaching & applied Linguistics.
Malaysia: Library of Congress.
Salkind, N. J. (2008). Encyclopedia of Educational Psychology. London: United Kingdom.
Suyono & Haryanto. (2012). Belajar dan Pembelajaran Teori dan Konsep. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya Offet.
Tessa, W. (2001). Planning Lesson and Courses. Singapore: University press.
Ulum, Ö. G. (2016). A descriptive content analysis of the extent of bloom's taxonomy in the
reading comprehension questions of the course book Q: Skills for success 4 reading and
writing. The Qualitative Report, 21(9), 1674.
Veeravagu, J. V. J., Muthusamy, C., Marimuthu, R., & Michael, A. S. (2010). Using Bloom’s
taxonomy to gauge students’ reading comprehension performance. Canadian Social
Science, 6(3), 205-212.
Veeravagu, J. V. J., Muthusamy, C., Marimuthu, R., & Michael, A. S. (2010). Using Bloom’s
taxonomy to gauge students’ reading comprehension performance. Canadian Social Science, 6(3), 205-212.
Wang, V., & Farmer, L. (2008). Adult Teaching Methods in China and Bloom's Taxonomy. International Journal for the Scholarship of Teaching and Learning, 2(2), n2.





