TINDAK TUTUR EKSPRESIF INTERAKSI GURU DAN SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SMP NEGERI 3 X KOTO SINGKARAK TAHUN AJARAN 2022/2023
DOI:
https://doi.org/10.36665/jelisa.v4i2.853Kata Kunci:
Pragmatik, Tindak tutur, Tindak Tutur EkspresifAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan tindak tutur guru dalam interaksi belajar mengajar sangat berpengaruh terhadap aktivitas belajar siswa, mendorong perubahan tingkah laku dan memberikan pengalaman berbahasa bagi siswa. Siswa SMP yang dipilih sebagai sarana penelitian karena siswa SMP merupakan remaja yang memiliki banyak ekspresi ketika sedang berkomunikasi. Komunikasi yang dilakukan guru dan siswa pada saat proses belajar mengajar tentunya didasari oleh keadaan yang dirasakan oleh guru dan siswa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur ekspresif interaksi guru dan siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia SMP Negeri 3 X Koto Singkarak tahun ajaran 2022/2023. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) Peneliti merekam tuturan guru dan siswa pada saat proses pembelajaran, sampai data yang diperoleh sudah cukup, (2) Hasil rekaman ditranskripsikan dari bahasa lisan ke dalam bahasa tulis. Sumber data penelitian ini adalah guru dan siswa dalam proses belajar mengajar di SMP N 3 X Koto Singkarak. Berdasarkan hasil penelitian tindak tutur ekspresif interaksi guru dan siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia SMP Negeri 3 X Koto Singkarak, peneliti menemukan 87 data tindak tutur ekspresif. Tindak tutur ekspresif berbentuk marah ditemukan sebanyak 39 data, tindak tutur ekspresif berbentuk kaget ditemukan sebanyak 10 data, tindak tutur ekspresif berbentuk pasrah ditemukan sebanyak 2 data, tindak tutur ekspresif berbentuk gembira ditemukan sebanyak 5 data, tindak tutur ekspresif berbentuk jijik ditemukan sebanyak 4 data, tindak tutur ekspresif berbentuk benci ditemukan sebanyak 1 data, tindak tutur ekspresif berbentuk mengakui ditemukan sebanyak 21 data, tindak tutur ekspresif berbentuk mengucapkan selamat tidak ada ditemukan dalam tindak tutur, tindak tutur ekspresif berbentuk mengasihani ditemukan sebanyak 5 data. Dari keseluruhan tindak tutur ekspresif yang ditemukan, yang paling banyak ditemukan yaitu tindak tutur ekspresif berbentuk marah. Marah terjadi karena situasi yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan.