MAKNA EMOTIF DALAM DEBAT PUBLIK PUTARAN PERTAMA PASANGAN CALON WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA SOLOK TAHUN 2020
DOI:
https://doi.org/10.36665/jelisa.v3i1.633Kata Kunci:
makna emotif, pasangan calon walikota dan wakil walikota solokAbstrak
Kegiatan berdebat, dapat juga melibatkan emosi. Dalam ilmu bahasa menyampaikan maksud ujaran memuat unsur emosi disebut makna emotif. Untuk itu dikaji makna emotif dalam debat publik putaran pertama pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Solok tahun 2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif untuk menjelaskan makna emotif yang digunakan pasangan calon dalam berdebat. Makna emotif yang dikaji dipengaruhi oleh faktor fonetis, slogan, derivasi emotif, elemen evaluasi, nilai emotif, dan nilai evokatif. Dari enam makna emotif ini, elemen evaluasi yang sering muncul digunakan penutur dalam berdebat. Hal ini dikarenakan, penutur memberikan penilaian atas kinerja pimpinan sebelumnya terkait semua bidang infrastruktur yang ada di Kota Solok. Tujuan penutur memunculkan elemen evaluasi dalam ujarannya adalah untuk menonjolkan diri, memberikan informasi, memberikan kekuatan penutur, agar dapat dipilih oleh masyarakat Kota Solok untuk menggantikan jabatan pimpinan sebelumnya.