TRADISI TURUN MANDI DI KELURAHAN TANAH GARAM KOTA SOLOK (TINJAUAN SEMIOTIKA)

Penulis

  • Syafri Multiara unniversitas mahaputra muhammad yamin
  • Zona Rida Rahayu
  • Rini Wirasty B.

DOI:

https://doi.org/10.36665/jelisa.v3i1.616

Kata Kunci:

Tanda, lambang, isyarat, turun mandi, semiotika

Abstrak

Tradisi turun mandi bukanlah sesuatu yang dilakukan tanpa adanya arti dibelakangnya. Sekelompok masyarakat menjalankan suatu adat atau tradisi tanpa mengetahui arti dari adat itu sendiri yang mengakibatkan masyarakat kurang memahami tentang adat itu sendiri. Oleh karena itu, dikhawatirkan terjadinya ketidaktahuan masyarakat akan adat istiadat ini dan terlebih adanya pengaruh budaya asing ke dalam budaya daerah, sehingga nilai-nilai budaya yang ada di dalamnya akan memudar secara perlahan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Temuan penelitian tinjauan semiotika adalah tanda, lambang, dan isyarat. Tinjauan semiotika terdapat dalam rangkaian acara dalam tradisi turun mandi di Kelurahan Tanah Garam Kota Solok. Pada data yang telah didapat dalam penelitian, bahwa tinjauan semiotika pada rangkaian acara dalam tradisi turun mandi di Kelurahan Tanah Garam Kota Solok terdapat 59 data keseluruhan, tanda (sign) terdapat 21 data, lambang (symbol) terdapat 19 data, dan isyarat (signal/index) terdapat pada 19 data. Ketiga komponen tersebut saling berhubungan tanda, lambang, dan isyarat dalam kajian semiotika tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.

Unduhan

Diterbitkan

2022-04-30